Last(?) Poem for You

9 11 2009

Puisi ini didekasikan hanya untukmu yang merasa, wanitaku… :D

-

-

-

Gelora hati ini terbakar rasa sakit

Inikah cinta yang selama ini ku cari?

Tak dapat ku bayangkan rasanya lagi

Ada senyum yang dulu pernah menghiasi hati ini

.

Tak pernah ada raguku ini menyelimuti

Ragu yang mencekik nadi ini hingga sesak

Indahnya hari bila sempat bertutur sapa denganmu

Andaikan samudra membentang jauh aku akan menyeberang hanya untukmu

Namun engkau bukanlah untukku, cantik

Tangis dan harapku tidak pernah cukup meluluhkanmu

Ingkari janji setia kalian bagai merangkul asap, percuma ku lakukan

-

Energi habis percuma ku gunakan hanya untukmu

Namun semua sia-sia saja ku berikan

Galau resah terkadang menghantuiku dikala sepi

Lambat laun semua ini menggerogoti diriku

Andaikata langit runtuh, hanya dirimu yang ku cari

Namun semua sia-sia saja yang ku berikan

Dan ku harap semua akan berputar seperti sedia kala

.

Manis bibirmu, rona pipimu

Andai dapat ku rasakan sekali saja

Yeremia berkata jangan pun aku tak peduli lagi

Andai dapat ku rasakan manis bibirmu sekali saja

Namun hanya ada dalam benakku terdalam

Gambarkan dalam benak bahwa diri ini tak pantas untukmu

.

Sayang, hari ini aku menyerah

Aku hanya mengharapkan kau menjadi temanku

Rasa cinta ini tak dapat hilang, sayang

Indah dirimu takkan pernah luput dari mataku

.

Patah arang, kata orang tua

Ucapan manis yang selalu ku tunggu dari mulutmu

Tapi apa yang ku pikirkan? kau bukan untukku

Ingin rasanya ku memeluk tubuhmu

Ketika harapku yang terakhir ini mulai hilang di telan waktu

.

Sayang, kini aku menyatakan puisi cinta yang terakhir

Inginku kau membaca ini dalam benakmu terdalam

Nyanyian mungkin tak cukup untukmu

Aku hanya ingin kau tahu, bukan dirimu yang ku inginkan

Gamblangnya mungkin diriku megngatakan ini

Aku hanya ingin kita bersama selamanya

————————————————————————————————–