Depok, Kotaku Kebanjiran (Angkot)


(Terinspirasi dari postingan Dudit)

selamat malam sahabat, kali ini gue mau mereview tentang kota Depok dan soulmatenya yang kampret; Angkot.

soulmate, Ki? iya, kayak Romeo-Juliet, atau Darius Sinathrya dan Donna Agnesia gitu deh, ehm, gue gak mereview tentang kisah asmara Angkot-Depok, tapi tentang bahayanya Angkot sendiri.

gue sebagai siswa teladan (yang sering telat ke sekolah) selalu emgenleuhkan angkot yang ngetem sembarangan seenak jidatnya, kayak yang buat jalan bapaknya gitu. gue pernah pas gue buru2 ada urusan di mall (maen) dan terpaksa naek angkot, sialnya diri gue yang goblok ini karena naik ke Angkot yang salah; angkot yang doyan ngetem.

Dikit-dikit, ngetem, pas udah lama nunggu, baru jalan. ngebut lagi.

rupanya supir angkot jelek itu lebih mementingkan kelasngsungan hidup keluarganya daripada nyawa penumpangnya. alesan yang logis si, tapi bagi orang2 yang merasa dirugikan gara2 the way he drives so reckless seperti gue ini, keluarga supir angkot itu gak begitu penting, dibandingkan dengan nyawa gue. kalo dalam istilah sundanya, sabodo teuing, atuh…

Spoiler Alert:

kalo naek angkot 03, jangan pernah naek Angkot yang ada gambar cewek dan ada tulisan… apa yah, gue lupa. pokoknya, demi keselamatan kalian!!!

Tapi, bagi orang2 yang tinggal di luar Depok, jangan berfikir kalo supir Angkot jenis makhluk jelek ini cuma satu dua aja, nggak.


MEREKA ADA RIBUAN, DAN BERKELIARAN DI SEPANJANG JALAN SAWANGAN


maka dari itu gue mencanangkan gerakan Sepeda Sehat; Bike to School and Work lah (KHUSUS PARA PELAJAR yang rumahnya berjarak radius dua kil dari sekolah) sehat dan asik pula.

bayangkan saudaraku supir2 angkot yang budiman, Angkot2 kalian tidak menguntungkan kita warga Depok yang bersahaja, anda-anda sekalian sudah semestinya cari sumber penghidupan yang lebih layak, misalnya kayak pawang singa atau tukang jualan kura-kura (yang biasa mangkal di halaman Masjid Kubah Emas). ketahuilah saudaraku, hal2 itu jauh lebih bermanfaat ketimbang membanjiri jalan-jalan penting di Depok dengan warna biru, kuning, ungu norak dan coklat! bahkan dengan penghasilan yang tidak menentu!!!

*gaya berorasi DPR, hanya jalur pikiran tidak lewat otak dulu*

PS: bagi yang bapaknya supir angkot, gue gak bermaksud untuk diskriminasi, tidak, ini demi kebaikan kita semua teman… jangan bersedih, siapa tahu bapakmu bisa kerja yang lebih layak seperti jadi guide atau fotografer majalah. lebih keren itu.

Sekali lagi mohon maaf sahabat! dan sampai jumpa lagi di review selanjutnya yaaa!!!!

Iklan

5 comments

  1. th2ndchmst · Mei 29, 2009

    ky kalo bisa nanti lo link blog gue yang di wordpressnya aja ga usah yang di blogger hehe

    iya ky gue sering kesel sama abang-abang supir angkot yang kaya beginian. Tapi gue gengsi juga bu kalo mau bike to school, wong yang bawa motor aja segitu banyak.(mungkin taun depan? well mungkin gue pake rollerskate aja kali kan lebih keringetan)

    awas ketiban PERTAMAX

  2. Rist Lawliet · Mei 30, 2009

    Wakakakaka, untung saya seringnya pake sepeda pancal, bukan angkot… 😛

    Emang di Depok segitu banyaknya ya angkot? =..=

    • Ekky B. Pramana · Mei 30, 2009

      coba aja ke Depok kalo ga percaya mas!

      berbahagialah, para sepeda-ers… hahaha

  3. ugxigdiydydiyd · Juli 19, 2015

    Sok lu tot

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s