Kegiatan Gila Setelah Ujian


mau tulis apa… saya bingung nih. daritadi cuma diem-diem aja, buka Facebook tanpa ada tujuan yang jelas. giliran lagi libur, males nulis. padahal pas ujian kemaren saya ketar-ketir karena lama gak posting disini.

sebenernya banyak sih yang pengen saya tulis di lembaran-lembaran maya ini. seperti kejadian maut di Bumi Wiyata dimana saya hampir mati gara-gara keabisan tenaga waktu tes berenang dikolam renang (ya iyalah, masa berenang di kolam ikan?) untung sahabat saya Budi menolong disaat yang tepat, walau lemparan bannya gak sampe ke saya. dasar kemayu. ketika saya berhasil meraih ban yang dilempar Budi, semua orang yang menonton langsung bertepuk tangan berkat adegan penyelamatan yang dilakukan budi terhadap saya. jelas-jelas ini pembunuhan karakter namanya.

sekarang saya mau cerita nih,

ada kejadian konyol waktu grup musik saya, Morning Glory berencana nonton di Platinum Margo City. niatnya saya pengen nonton Angels and Demon disana sama Gita dan Pirdi. Dina katanya nggak bisa ikut karena ada tes di LIA. yasudah saya berangkat ke Margo City. belum saya sampai tiba-tiba Gita sms saya:

Ky, gue baru pulang dari rumah meidi .hu gue takutnya gak boleh pulang malem-malem nih

kontan sayanya kaget setengah mati. lah masa saya nonton berdua sama Pirdi? kan sangat tidak keren sekali itu. bisa-bisa saya disangka homo karatan. sudahlah saya bales lagi dan bilang supaya buru-buru.

yasudah, rencana saya ganti tanpa ada persetujuan, embel-embel materai enam ribu, hitam diatas putih segala. yang tadinya kita mau nonton Angels and Demons yang jam setengah tujuh kita ganti jadi nonton yang jam setengah 6. yaitu 17 Again. saya menjerit histeris. Zac Effron main film disitu.

Zac Effron yang tampan

sebenarnya saya histeris bukan karena filmnya apa. saya sudah baca sinopsisnya, katanya sih film humor. tapi terlebih karena Zac Effron main disitu. bukan main. asal tahu aja teman, Zac Effron adalah aktor muda ganteng yang paling difavoritkan para remaja putri di Amerika sana.

dan bayangkan temanku, jika saya nonton si Zac Effron berdua sama Pirdi. dan saya teriak-teriak, “AHHH!!! Tampan sekali bujang itu, amboi!!!” ah, membayangkannya saja saya sudah terkena hipotemia tingkat pertama. sudahlah.

saya langsung gencar mengirim pesan pada si Gita supaya buru-buru kemari. saya takut jadi Gay. berdua nonton 17 Again, bukan ide yang buruk sebenarnya, apabila saya nonton berdua bareng cewek.

Jam 5 Pirdi sudah datang. saya makin ketar-ketir. berdoa supaya Gita cepat-cepat sampai di Margo City. karena sudah teranjur datang, saya membeli tiga tiket di tengah buat kita bertiga.

saya: Pirdi, lu yakin gita bakal dateng?

dia: yah, tadi gita sms gua katanya masih mandi.

saya: MASIH MANDI?

saya tidak habis pikir. berapa lamakah kaum hawa itu menghabiskan waktu untuk mandi? 10 menit? 20 menit? satu jam? apa ya yang mereka lakukan di kamar mandi? saya jadi penasaran. tetapi rasa penasaran itu saya buang jauh-jauh sebelum saya membuktikan hipotesis saya dengan studi banding dan praktek lapangan ke kamar mandi perempuan. bisa-bisa saya terjerat UU Pornografi.

saya: terus kalau Gita gak dateng, kita nonton ini Pird?

dia: YA KAGAK LAH, MATI HOMO LU…

saya: ya gue juga gak mau Pird… terus, masa nih tiket kita buang begitu aja, rugi nih 60 ribu!

dia: alah, jual aja lagi ke mbak-mbak penjaganya

saya: ya mana mau lah, gak boleh kali Pird

dia: gak boleh ya?

saya: u-huh. tidak boleh.

saya takjub sama orang sejenis Pirdi ini. mereka orang-orang norak yang hampir tidak pernah tersentuh peradaban. nonton bioskop saja baru beberapa kali. bisa dihitung dengan sebelah tangan. bahkan dia nggak tahu kalau “barang yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan” norak sekali. yang seperti ini kan sering ada di dinding supermarket.

tiba-tiba dibelakang kami ada sepasang sejoli yang sedang berunding ingin nonton film. tiba-tiba terbesit pikiran saya untuk menjual tiket-tiket laknat ini pada mereka dengan harga yang sama. tekat saya semakin bulat ketika samar-samar saya mendengar sang cewek berkali-kali menyebut “17 Again”

setelah dua sejoli ini agak menjauh, saya berbisik ke Pirdi.

saya: Pird, gimana kalau kita jual nih tiket sama mereka?

dia: mereka yang mana?

saya: itu, yang lagi di sebelah loket

dia: emang mau, gitu?

saya: mana gua tau. tapi si cewek daritadi nyebut-nyebut 17 Again gitu deh. gue yakin mereka mau nonton ini!

dia: yaudah jual gih

saya: kok gua, Pird?! lu lah!

dia: lah kok gua?

saya: ya kan gua yang beli ni, sekarang lu yang jual ke mereka!

tak kunjung usai saya berdebat dengan anak Amerika tolol ini. akhirnya kita berteriak-teriak untuk memancing pasangan itu.

saya: EH FIRDI!!!

dia: APAA??!!

saya: GUA UDAH NONTON NIH PELM, NONTON YANG LAIN YOK!

dia: NONTON APA YANG UDAH?

saya: SEVENTEEN… SEVENTEEN AGAIN!!!

dia: SEVEN APA?

saya: SEVENTEEN AGAIIN!!! ZAC EFFRON!!!

dia: SEVEN SINS? IH ITU KAN GAME BOKEEP!!!

saya: TOLOL, SEVENTEEN AGAIN, BUDEK!

dia: OH! IYA GUA JUGA UDAH NONTON ITU, NONTON YANG LAIN YUK!

saya: AYO! TAPI GUE GAK PUNYA DUIT LAGI!

dia: ADA GAK YA YANG MAU BELI TIKET KITA?!

saya: IYAA, ADA GAK YA YANG PENGEN BELI TIKET 17 GAIN KITA? SEVENTEEN AGAIIIN NIH!!!

kami berteriak2 seperti orang tolol kurang pendidikan dasar dari orangtua. semua mata tertuju pada kami. tak hentinya kami cekikikan ketika berteriak2 seperti itu.

singkat cerita, tidak ada yang mau membeli tiketnya. lebih spesifik lagi, tidak ada yang mau membeli tiket dari orang-orang depok pedalaman goblok macam kami.

akhirnya film udah dimulai. kita udah beli akua sembari nungguin gita dateng. eh kita dapet sms katanya si Dina udah selese ujiannya jadi dia bisa ikut nonton. HOREE, akhirnya kru Morning Glory lengkap!!!

kita akhirnya nonton dengan damai, dan gue duduk di tengah dua cewek manis ini. sementara Pirdi harus merelakan tempat duduknya dan kami membelikannya tempat duduk di belakang kami, di sebelah om-om yang keras sekali tertawanya.

ah, menyenangkan sekali pakai bahasa yang agak formal kayak gini. bagaimana teman, lebih suka tulisan saya yang sekarang atau yang dahulu?

ditunggu komentarnya ya, teman!!!

—————————————————————————————

Iklan

6 comments

  1. Sherly · Juni 16, 2009

    ehm..tulisan anda di blog ini cukup baik apalagi dengan pengunaan EYD yang baik dan benar pasti nilai Bahasa anda baik sekali..hmmm *geli ngetikny jg :p*

    bdw, sriusan lu demen ama Zac Efron mbe?? o.O ckckkc..

    -sekian-

    • Ekky B. Pramana · Juni 16, 2009

      nilai bahasa Indonesia saya paling tinggi loh di sekolah.

      kalau perlu bukti saya scan raport semester satu saya, tapi nilai yang lain harus di sensor eL…

  2. jack · Juni 16, 2009

    hahaa sehat firdi duduk dsebelah om om ganteng? ga ngajak gw? payah dah ah *___*

  3. ampundeh · Juni 19, 2009

    wakaka jadi gimana filmnya? review dong

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s