First Song: When Things Got Worse

hai pembaca, jumpa lagi dengan gue. seperti janji gue sebelumnya gue bakal nulis banyak selama liburan ini. so, yang pertama mau gue ceritakan adalah pengalaman gue menulis-bernyanyi-merekam lagu buatan gue sendiri, dan kerennya lagu ini bercerita tentang kisah nyata gitu deh.

jadi begini kronologinya…

jadi pada suatu hari di kelas kita diadakan ulangan KEWARGANEGARAAN yang sudah mahfum dikalangan anak-anak mengenai tingkat keberhasilannya menghasilkan korban stress tingkat rendah. so mulai jam pertama anak-anak mulai panik baca-baca buku, ada yang teriak keras-keras menghafal, ada yang sibuk bertanya mencari petunjuk pada kelas yang udah ulangan, ada pula yang ngomong sama tembok. stress. dan ada seorang yang giat belajarnya, sebut saja si A, nah si cewek ini mati-matian sekali belajarnya.

i mean it. berkali-kali gue berdecak heran liat dia bolak balik baca buku terus ngomong sana sini ke gue, mengkhutbahkan apa yang barusan ia baca. gue sendiri, yang tingkat penghafalannya buruk sekali, cuma bisa bengong.

intinya si A ini giat banget, seperti mau tes SIMAK saja. dan gue paling respect dengan orang-orang macam si A ini, usahanya besar sekali, ketimbang orang-orang yang cuma liat buku sedikit-sedikit sambil berdoa gimana nantinya aja macam gue ini. dan pas gue tanya apa sebabnya belajar mati-matian sepeti itu, ia menjawab, “soalnya gue bosen Ki, nilai lima terus, gue mau berubah!!!” wah alasan yang mulia.

singkat cerita, ulangan dimulai. gue sudah berspekulasi nilai si A ini bakal bagus.

tebak berapa nilainya? hanya 6,75. remedial. gue syok, pertama karena usahanya tidak sebanding dengan hasil yang diraih, kedua karena dia hanya butuh nilai 0,25 untuk lulus dari remedial, ketiga… si A itu menangis, i can see why she cry, tetapi untuk ukuran wanita seceria dan setegar si A ini, menangis seperti tidak ada di dalam kamusnya.

i mean it, si A ini beneran nangis.

gue ingin sekali menghiburnya. tapi gue sangat buruk dalam memilah kata, apalagi berbasa-basi. akhirnya gue membuat lagu ini, dengan tujuan yang tidak kalah mulia, yaitu… memunculkan senyumnya lagi dengan membuatkannya lagu, karena pada dasarnya si A ini, doyan musik.

ehmm… jangan ada gosip dulu, sabar dulu.

oke ini linknya teman-teman. gue membuka kampanye, jika anda mendownload lagu gue yang direkam dengan rekording seadanya ini, berarti anda mendukung untuk munculnya kembali keceriaan si A ini.

oh ya ini liriknya:

When Things Got Worse – Ekky Pramana

Hey girl, why’d you cover your face?
You’ve made things even worse
Hey girl, don’t you stick on the glue
She turns your day so blue
I look myself into

One day you’ll realize what you did
Was the foolest thing that you do
(Because)
Everybody had their own worst day
You have to listen what the people say

So it’s great to face it
You’re not alone
Then why did you cry?

Chorus:
(Why did you cry?)
It’s just a merely bad score
(Why did you run?)
We know it wasn’t your goal
(Why did you hide?)
It’s good to have an honest way

If you look it from the different door
You just have to do it more
That is what we learn it for
Then why did you cry?

Hey girl, wipe off all your tears
That’ll helps you throw your fears
Hey girl, are you feeling better?
Oh i wanna set you fly
Because i love your smile

One day you’ll realize what you did
Was the foolest thing that you do
(Because)
Everybody had their own worst day
You have to listen what the people say

So it’s great to face it
You’re not alone
Then why did you cry?

Chorus:
(Why did you cry?)
It’s just a merely bad score
(Why did you run?)
We know it wasn’t your goal
(Why did you hide?)
It’s good to have an honest way

If you look it from the different door
You just have to do it more
That is what we learn it for
Then why did you cry?

Chorus:
(Why did you cry?)
It’s just a merely bad score
(Why did you run?)
We know it wasn’t your goal
(Why did you hide?)
It’s good to have an honest way

If you look it from the different door
You just have to do it more
That is what we learn it for
Then why did you, cry?

see ya on the next post

Iklan

Libur Telah Tiba, Hore!

oke, sori nih hiatus mendadak. bukan apa-apa. bukan karena masalah cinta-cintaan lagi. beneran. sumpah. ini karena…

nyokap gue lupa membayar tagihan internet bulan lalu, jadinya meraba-raba saja di laptop, tanpa koneksi pada kehidupan. sedih sekali ya 😦

eniwei gue baru pulang umroh seminggu lalu, masih fresh nih, pengen cerita-cerita banyak, tapi entah kenapa lagi males aja. tapi berhubung libur telah tiba… jadi masih ada kesempatan buat cerita-cerita. hey, i had taken a lot of photos to share! just you all wait okay?

segitu dulu dah. lagi sibuk ceting. buh bye!

Rubik Madness

hei, makasih komentar2 di notes facebook dan beberapa komentar langsung yang “uhhh” dan “ahhh” atau “hwahahahaha” bahkan “kyaaaa” pokoknya rame deh, you guys are rocks! gue hepi banget gue bisa menang dan ini merupakan titik eksistensi gue untuk bisa lompat menjadi blogger seutuhnya.

ceritanya gue adalah blogger kepompong yang masih bimbang, hendak ku bukakah sayap indah ini dan terbang bebas mengangkasa, agar indah ini bisa terlihat, atau hendakkah ku sembunyikan sayap ini dan terus menjadi kepompong?

atau jangan2 gue masih blogger ulat? yahh 😦

saya kurang pengalaman dan kelebihan bulu

eniweeei gue mau bahas tentang rubik nih, tau kan maenan yang lagi in banget di Indonesia ini? yah, bisa dibilang kita nih ketinggalan banget kalo baru kenal rubik, apalagi gue, baru sekarang ngepost tentang rubik. nah pada sesi kali ini gue nggak mau nulis rumus-rumus rubik macam r u r’ u r u u bla bla bla bla. gue mau cerita tentang my first experience solving rubik.

hari pertama sahabat gue, Ryan membawa rubik murah ukuran 3x3x3 dan gue liat dia tekun maen itu rubik. gue pun minta diajarin sama dia:

gue: “yan, ajarin lah maen rubik!”

ryan: “okelah, tapi jangan frustasi kalo nggak bisa yeh!

jadi belajarlah gue main rubik. kebetulan saat itu lagi ada try out kelas tiga jadi hampir semua pelajaran kosong. cihui banget deh. okeh, gue belajar rubik dengan tekun.

  1. percobaan pertama: “TAI nih rubiknya keras banget!!!”
  2. percobaan kedua: “AYUB LO GANGGU AJA!”
  3. percobaan ketiga: “Yan rumus ikan gimana?”
  4. percobaan keempat: “YES BISA YES BISA. YAAN POTOIN YAAN!”

oke, intinya gue bisa menyelesaikan rubik pada saat percobaan keempat. benar-benar sebuah lompatan besar bagi gue yang kecerdasaan spasialnya dibawah rata-rata air. kalo kasarnya: jongkok.

inilah gaya gue pas berhasil memecahkan rubik PERTAMA KALINYA:

sengak banget nggak sih??

dan setelah beberapa kali mencoba, gue menghitung waktu tercepat gue dalam menyelesaikan rubik 3x3x3. yah sapa tau gue cukup pede untuk mengikuti kejuaraaan dunia speedcubing, dan ternyata:

28 menit 14 detik

yah lumayan untuk seorang pemula. not bet, not bet. minimal kalo gue ikut kejuaraan dunia speedcubing panitianya nggak bakal nungguin gue sampe bete  untuk menyelesaikan satu rubik buat beresin meja-mejanya.

oke, setelah cukup pede dengan 3x3x3, suatu hari Ryan membawa rubik 4x4x4! waaaw! senang bukan main hatiku!!! beberapa kali gue maksa pengen minjem akhirnya dikasih juga. ckckckck. modal banget gila gue, semuanya minjem.

dan dimulailah hari-hari berdarah untuk menyelesaikan rubik 4x4x4 sialan itu. (back ground music: Pujaan Hati – Kangen Band *lho?!*)

  1. percobaan pertama: “ckckck… tai parah…”
  2. percobaan kedua: “heeeghhh… anj**ng!!!”
  3. percobaan ketiga: “er… u… er aksen… ef… hmmm…”
  4. percobaan keempat: “Yub, tai apa, DIEM DULUUU!!!”
  5. percobaan kelima: “yaan udah jadi nih poros dan tiangnya, ajrit guru dateng mulu!”
  6. percobaan keenam: “ehh ehh ikan spesial apaan?”
  7. percobaan ketujuh: “ah tau ah, yan smsin gue rumus kehidupan spesialnya!”
  8. percobaan kedelapan: “YESSS GUE BERHASIL, BERHASIL HOREEE!! POTOIN POTOIIIN!!!”

AKHIRNYOO GUE PACAK LAAH

HUH. what a day, nih hasil fotonya. hati-hati ini lebih sengak lagi:

sumpah ini yang paling astaga yang pernah terungkap

mau tahu berapa catatan waktu gue? ehmm agak risih gue, takut dikata sombong. oke, here goes:

1 JAM 38 MENIT 04 DETIK

OKE BANGET NGGAK SEEEH?? hahaha, abis dah gue ditimpukin sama penggemar rubik. sok-sok bisa gitu. satu setengah jam aja pamer di wordpress, gimana gue nyelesain lima belas menit? bisa-bisa muncul di headline TV O*e deh. sukur-sukur bisa buat baliho empat meter.

see ya on the next post!

Winner!

woohooo gue lagi hepi banget nih sob! jadi pada hari kamis kemarin gue dapet telepon tak dikenal waktu gue pulang ngeband. pas lagi keringetan-keringeran gitu tiba-tiba ada telpon masuk.

begini percakapan singkatnya:

——————–percakapan dimulai——————–

Gue: “Haloooo?”

????: “Halooo halooo”

Gue: “Ehmm siapa ya??”

????: “Hayo tebak siapa ini?”

Gue: *syok berat* “Be… Ben… BENA??!!”

Bena: “Benar sekali!! tau nggak kenapa gue telpon?”

Gue: “BENAAA???!!! KYAAA!!!”

Bena: “Ehmm halo? Tau gak kenapa gue telpon?”

Gue: “GUE MENANG BEN? GUE MENANG?!”

Bena: “iya lo menang, selamat yaaa…”

Gue: “WOOOHOOO!!!”

Bena: “Eh lagi on air di radio nih! hahahaha”

Gue: “HAH! ya Allah…”

Bena: “kacaaauu”

Gue: “Ah… speechless gue Ben”

Bena: “kenapa?”

Gue: “gue speechless”

Bena: “oke, lo pilih hadiahnya ya, mau tas, sepatu atau tiket java jazz?”

Gue: “loh kok nggak tiga-tiganya Ben?”

Bena: “Yaudah dua deh, pilih yang mana”

Gue: “gue sih pengennya tiket java jazz”

Bena: “nah. terus?”

Gue: “gue nggak ngerti kesananya gimana. hehe”

Bena: “yah sayang banget. emang rumah lo dimana?”

Gue: “di Depok”

Bena: “hmm yah gimana dong? sepatu sama tas aja?”

Gue: “sepatu sama tasnya kayak gimana sih?”

Bena: “kan udah gue posting di blog”

Gue: “yah nggak sempet liat hadiahnya sih. oke deh tas sama sepatu aja”

Bena: “nanti diliat aja”

Diana (mungkin): “nanti sepatunya gue pilihin yang bagus deh ya!”

Gue: “Oke deh!”

Diana: “kaki lo ukuran berapa?”

Gue: “ehhh… empat empat… empat enam. gatau lupa nih!”

Diana: lah kok gitu?”

Gue: “iya kalo ke sekolah gue biasa pake empat-empat, kalo sepatu main empat enam jadi bingung”

Diana: “lah terus gimana dong?”

Gue: “hmm gue ambil empat lima aja deh. jaga-jaga deh takutnya kaki gue membesar kelak”

Diana: “aneh lo”

Gue: “…”

Diana: “…”

Bena: “okee, sepatu dan tasnya nanti dikirim dua minggu lagi ya? soalnya kita nggak punya stok sebesar kaki lo, oke?”

Gue: “Oke Ben!”

Bena: “hadiahnya liat di blog gue aja oke?”

Gue: “Sip Ben!”

Bena: “sekali lagi selamat ya?”

Gue: “Makasih Ben!”

Bena: “okee daaah…”

——————–percakapan berakhir——————-

GUE. MENANG.

NGGAK PERCAYAA!!! SEBEL SEBELLL!!! *lho*

emang apaan toh Ki, menang apaan? kita nggak tahu loh

Oh MEEEN gue lupa nih Sob. jadi gue iseng-iseng ikut FASHION FAIL CONTEST yang diadakan oleh Bena Kribo. Blogger yang lagi oke banget. yang menurut HAI merupakan The Next Raditya Dika *puih bahasa inggris ampe muncrat*

nih yang namanya Bena Kribo. sok kyut gitu deh

jujur gue baru tahu tentang Bena Kribo ini gara-gara iseng baca majalah HAI temen gue. *hihihi mangap mangap ya Ben!* so, karena gue iseng ikutan dan MENANG PULA, ini yang membuat gue kaget bukan main! MEEN GUE MENAANG!!!
mau tau apa yang gue kirimkan kepada Mas Bena? cekidot:
.
..
….
kepada abang Bena yang Kribo,

ane pembaca baru di blog abang nih, pengen ikutan kontes Fashion Fail
yang diadakan sama abang Bena. nah, ane punya terobosan baru nih, tiga
rancangan busana ane yang dipikir dalam semalam. berikut foto-fotonya
saya lampirkan (ada tiga bang):

Foto Pertama: Mode Visit Bali Year 2010


kita sebagai orang indonesia yang baik dan benar, wajib mencintai
budaya kita ini, nah, karena yang paling famous di kalangan para bule
adalah pulau Dewata Bali, maka ane mencetuskan model fesyen freak yang
oke punya.

detailnya:
– Wig nyokap
– mawar hiasan bokap
– kacamata sepeda adek ane
– baju bali asli bali (tangan dilinting)
– kalung nyokap
– gelang nyokap
– taplak meja (sebagai rok)
– celana short biru ane
– sepatu crocs gaul

Foto Kedua: Mode Naruto

ane menaruh perhatian besar sama perkembangan film jepang yang masuk
ke Indonesia, khususnya Naruto. ane lihat banyak sekali anak2 SD yang
niru-niru adegan naruto bahkan ada yang sampe innalillahi, maka itu
ane mencoba mengalihkan perhatian anak-anak melalui dunia fashion,
salah satunya yang saya terapkan disini adalah meniru gara Naruto
(atau ninja yang punya-anjing itu-siapa-namanya)

ini bang detailnya:
– Boneka anjing gue
– kacamata renang adek gue
– handuk sepeda gue
– jaket bulu bokap
– obeng kembang bokap
– dan tak lupa sexy blue short dan sepatu crocs abu-abu kesayangan

Foto Ketiga: Model Anak Hiphop Musim Duren

nah kalo yang ini saran saya untuk anak-anak petani duren yang ingin
jadi anak hiphop. bayangkan juga anak-anak petani duren ini lagi
ngerap asik-asik, tiba-tiba duren jatoh. dan kalo mati kebawa sampe
alam kubur malunya. masa mati ketiban duren. karena itulah mode
fashion ini boleh dan perlu digunakan dan di sarankan untuk Mas
Saykoji dan Iwa K buat meniru fashion saya ini 🙂 untuk jaga-jaga
bapak mas-mas sekalian mau nanem pohon duren (terinspirasi dari bapak
ane)

ini bang, detailnya
– Helm murah 25rebu
– Radio Simba Dual Bass Stereo Surround Sound dengan CD Player
– jaket Kappa gue
– jam dinding hadiah menang lomba adzan diiket dengan kabel (sebagai
kalung hiphop)
– dan tak lupa sexy blue short dan sepatu crocs abu-abu kesayangan

….
..
.

dan yang menang yang mana Ki?
yang Mode Anak Hiphop Musim Duren dong! hehehehe!

wah selamat ya!
oke, oke. dan gue tinggal menunggu hadiahnya datang. cihui!
segitu dulu Sob, sampai jumpa di postingan selanjutnya!

Petir-Petir di Rumahku

brader dan sister, sori banget nih hiatus mulu *masalahnya biasa, nggak usah diceritakan ya?*

jadi hari ini sepertinya akan hujan. dan sialnya gue ditelantarkan sendiri di rumah, berharap bisa nonton National Geographic dan bela-belain nggak ikut bapa dan emak, eh tiba-tiba pertir nyamber sana-sini.

begini kronologinya:

Jreng Jreng Jreng

jam menunjukkan pukul tiga lewat sekian. gue lagi dalam posisi pewe tiba-tiba terdengar sebuah gemuruh dari luar. turun hujan.

jam menunjukkan pukul tiga lewat sekian beberapa menit sesudah itu. tiba-tiba petir menyambar nyambar.

JEGER JEGER

JEGER JEGER JEGER

GRUUUUUGGG (ceritanya bunyi gemuruh)

gue melompat dari sofa dan bersembunyi di bawah meja. anjing, serem banget petirnya. gue bisa mahfum kalo Depok tercinta ini merupakan kota dengan intensitas petir tertinggi di dunia. oke, tapi gue malah kepikiran jangan-jangan Zeus si dewa yang bawa-bawa petir itu ngekos di atas komplek gue? ckckck.

contoh tetangga yang tidak baik

eniwei, pokoknya petir di rumah gue saat itu sangat banyak. jegar jeger sana sini. gue yang ketakutan mencoba menenangkan diri dengan bermain laptop. walhasil…

bzzzzt. tai. laptopnya nyetrum.

terang aja gue lompat dari laptop itu. menaikkan kaki di atas kursi dan mencoba tetap steikul. karena apa-apa akan berhasil kalo kita tetap tenang. yah seperti melahirkan saja lah *kayak pernah melahirkan aja* so, poin pertama adalah tetap tenang. oke, saya tenang.

poin kedua yaitu mencari sendal karet atau sendal hotel Hilton untuk menghindari kontak listrik. seperti yang disarankan sama ibu gue kalo mau ngeprint disuruh pake sendal. minimal swallow lah. pesan beliau akan ku ingat selalu 😥 dan gue melihat sepasang sepatu karet lucu tergeletak di ujung sana, di dekat pintu.

dengan semangat empatenam-nya Valentino Rossi gue langsung berguling ke lantai. menurut buku yang gue baca, tanah adalah tempat yang netral jadi gue tiduran dan merangkak menuju sepatu karet yang dimaksud.

sepatu karet gaul

keren kan sepatu gue? bahannya karet gan, asli Crocs punya. modelnya emang sobek-sobek gitu, bukan karena sering digigitin *siapa juga pengen gigitin* boleh gan, empat ratus ribu, kondisi 93% boleh nego. kalo minat bisa hubungi ane di… EH INI NGGAK DIJUAL! MAAP!

bokap punya ini. alamat digampar.

ehm, lanjut.  jadi gue make sepatu ini dalam keadaan MASIH TIARAP. dan dengan sedikit keahlian dalam bermain lompat karet gue bisa berdiri tegak! Yey!

Berhasil! Berhasil! Berhasil! Hore!

oke, seenggaknya gue gausah trauma main facebook saat petir. pas gue sedang merasa diatas angin, gue melangkah tenang ke laptop gue tercinta, tanpa merasa takut. baru juga ketak ketik sana sini tiba-tiba

JEGEEEEEEER

PETIRNYA GEDE BANGET SUMPAH. sepertinya dekat sekali dari rumah gue. gue langsung ngacir ke kamar bokap sambil tutup kuping.

Jagoan kalah juga akhirnya 😛

segitu aja peristiwa menyenangkan hari ini. gue jgua baru berani megang laptop lagi pas ujannya benar-benar berhenti. huahahahauahuhauha. see ya!

oh ya hampir lupa. turut berduka cita atas gempa yang menimpa Chile kemarin malam. semoga keluarga yang terkena musibah bisa sabar menghadapi cobaan yang nyata. Peace ya brader! *kali aja ada orang Chile yang baca, mereka pasti ngerti apa arti Peace hehehe*

Sajak Kisah Cinta Penyair

Sajak Cinta Harmoni

—————————————————-

Dan sebuah cerita dimulai

Ketika hari cerah  fajar datang menyingsing

Keramaian jalan yang tak kasat

Aku datang dengan berbagai harap dan cemas

Regu berpadu dalam harmoni instrumen nada-nada kultural

Bertaruh gengsi dan tiga bulan latihan berdarah

Dan hari itu, kisah cinta dimulai

Regu sahabat kami, ketika berpentas di panggung puncak pertaruhan

Ia memukau dengan suaranya yang keemasan

Memadu alunan melodi

Melontarkan klimaks pertunjukkan

Memukau puluhan pasang mata

Kemudian menggetarkan kembali benang cinta yang dulu mati

Kau, wanita suara emas, memunculkan rasa itu lagi

Bagiku, saat-saat kemudian adalah sesuatu yang membahagiakan

Kehidupan menyenangkan dua sejoli dimabuk cinta

Apalah bagiku, perasaan yang tak kan terlukiskan oleh tinta kata-kata

Perasaan yang tak kan selesai diceritakan

Mungkinkah ia menjadi pedampingku?

Sesaat aku terkungkung dalam keraguan yang tak berdasar

Sebuah perbedaan yang sangat krusial

Mungkin inilah yang dikatakan tabu

Tak dapat disatukan aku dengan wanita ahli kitab itu

Wanita dia yang memiliki suara emas

Namun selalu kubohongi diriku

Kubohongi dengan kata-kata iblis yang manis

Bahwa, “aku bisa mengatasi ini semua”

Dan cerita cinta itu kembali diputar

Aku habiskan waktu bersamanya

berkirim-kirim pesan bersahabat

Berdua pergi tak peduli kata orang

Berjalan di bawah rembulan

Memadu emosi

Memanggil dengan sebutan sayang

Berbagi cerita

Bernyanyi bersama

Kubuatkan gelang untuknya

Aku rela berkorban waktu dan kepentingan demi dirinya

Begitu mudah kulakukan semua atas nama cinta

Dan begitu indahnya persahabatan itu

Sampai kutahu bahwa ia memiliki hubungan dengan yang lain

Dia dan dia yang jauh disana, berdua berkomitmen untuk bersama

Tak dapat kusembunyikan rasa cemburu itu

Rasa cemburu yang panas, membutakan, menyesakkan

Sebuah hubungan murni persahabatan dipecah oleh cemburu buta

Terlalu banyak konflik batin diantara kita berdua, sayang

Terlalu sering aku mengutarakan egoku

Tak peduli lagi engkau dengan diriku

Aku merasa hancur

Persahabatan yang katanya kekal,

Perlahan-lahan mulai redup

Tumbuh benih-benih kekecewaan

Makin memperburuk suasana

Makian demi makian aku terima

Semua berkata, “tinggalkanlah dia!”

Semua memaki, aku terus tak peduli

Terus kupaksakan cinta ini

Cara-cara lain mulai ku paksakan

Ketika mereka pun akhirnya tidak sanggup melawan jarak dan waktu

Dan akhirnya dipisahkan

Hubungan ini kembali membaik

Namun terus kurindukan apa-apa yang dulu kita jalani, sayang

Keakraban yang dirasakan oleh teman-teman kita

Kedekatan yang terasa

Senyuman yang nyata

Pesan-pesan bersahabat lagi

Menyanyi bersama-sama lagi

Serta jalan-jalan yang menyenangkan

Namun seakan tak ada rasa belas kasihan

Belum sempay aku memperbaiki semua

Seseorang datang dengan menawarkan cinta lain padanya

pada dia, wanita yang akun puja-puja

Membawanya lebih jauh dariku

Bukan main muntab diriku

Delapan bulan yang kudambakan akan berjalan indah

Begitu sulitnya aku mengembalikan saat-saat itu

Dia begitu kejamnya mencoba menyingkirkanku dari hidupnya

Dari hidup wanita bersuara emas itu

Ia menyebutku sampah

Mencari dukungan orang lain

Memperkecil langkahku

Memojokkan diriku

Menunjukkan posisinya yang diatas angin

Menyiksa diriku yang telah rapuh ini

Delapan bulan tidaklah sebentar

Yang kuinginkan adalah persahabatan murni

Persahabatan yang menyenangkan seperti dulu

Namun kau berikan waktumu padanya

Waktu yang biasa ku gunakan bersamamu

Membuatku jatuh

Membuatku sakit

Membuatku hina

Memubatku hancur

Membuatku gila

Membuatku kacau

Membuatku gelap mata

Ku terus memaksakan cinta

Meyakinkan akulah yang terbaik

Tapi ia tidak menghendakinya

Tak pernah dianggapnya diriku orang yang spesial baginya

Begitu kecewa diriku

Makin terpuruk dalam kebuntuan cinta yang tak kunjung kutemukan

Aku bagai lele yang terjebak di lumpur beku cinta segitiga ini

Akulah peran yang selalu kalah

Akulah Jacob dalam serial Twilight

Yang selalu kalah atas nama agama

Yang selalu mengalah atas nama kepercayaan

Padahal yang kuinginkan hanyalah satu

Hubungan yang dahulu menyenangkan tanpa adanya intervensi

Tanpa adanya rasa cemburu

Tanpa adanya rasa sakit

Semoga kamu mengerti

Sajak panjang ini

Hanya didedikasikan untukmu

Jeritan Hati Seorang Pelajar Telat

saya Ekky Pramana, akan membawa jeritan hati seluruh pelajar (telat) di Indonesia.

saya sebagai pihak yang merasa dirugikan oleh peraturan di sekolah yang mengharuskan siswanya untuk masuk sekolah sebelum pukul 07.00 WIB. saya, menyatakan kalau itu memang kebodohan saya sendiri kalau telat. tapi apakah jalanan yang macet, motor2 yang seenaknya aja nyenggol kaca spion, cuaca yang sedang tidak baik, dan jarak ke sekolah yang mencapai 9 kilometer itu tidak diperhitungkan? apakah hanya kebodohan saya sebagai siswa yang bangun lima menit dari keseharusannya sehingga harus berangkat jam enam lewat sepuluh, yang diperhitungkan sebagai penyebab telatnya saya hari ini?

dan bagaimana dengan siswa yang lain? dengan alasan yang berbeda-beda? apakah mereka tidak diperhitungkan juga? bagaimana yang rumahnya ada di bogor ujung, dan ketika ia telat ia harus pulang lagi dengan berjalan kaki karena nggak punya ongkos karena nggak bisa minjem sama anak-anak?, saya membawa jeritan hati mereka ke depan gerbang sekolah, ketika guru-guru melihat dengan tampang tidak enak pada kami, para siswa terlambat, dengan tatapan, “maka bangun lah kalian lebih pagi dari ayam petelur!”

kami bukan ayam petelur. kami bukan siswa lain yang bisa bangun lebih pagi. tapi seperti siswa lainnya, kami ingin belajar. kami ingin praktikum biologi dengan makanan, kami ingin jajan es di kumis, kami ingin ngobrol sama teman-teman, kami ingin suit-suit cewek kece, dan yang terpenting, kami menuntut ilmu, bukan dituntut untuk datang lebih cepat dari jam sekolah yang kepagian.

itu saja sepatah dua kata yang bisa saya utarakan. dan pesan saya yang terakhir ini khusus bagi siswa telat, marilah bersama-sama mencoba bangun lebih pagi seperti ayam petelur. sukur-sukur lebih pagi dari pada ayam jantan. itu saja yang bisa saya sampaikan. mohon maaf bila ada salah kata, karena kesempurnaan hanya milik Allah, kekurangan dari saya pribadi.

“we walk together with foolish students who always be late, but their voices were cut by the teacher’s insulting behind the huge, orange, gate. oh, what a shame, being late and surrounding by the laugh of everyone that passed.” – Ekky Pramana.

***

PS: buat semuanya, ini cuma main-main, iseng belaka dan nggak ada tujuan khusus seperti menggulingkan pemerintahan resmi NKRI. have a nice day guys!